Nama : Adinda Fajarnindyah
Kelas : 2PA07
NPM : 10514263
KESEHATAN
MENTAL#
A.
Teori Kepribadian Sehat Menurut Aliran Psikoanalisa
Psikoanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam
dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut ini akan
dijelaskan teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya
dengan kepribadian yang sehat.
Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh
Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku
psikologis manusia. Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tentang
struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya
yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang individu
lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan
dalam perilaku dan pikiran.
Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian adalah
eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya bahwa manusia
termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari.
Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan
alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan
alam bawah sadar.
Dalam psikologi Freudian, ketiga tingkat kehidupan
mental ini dipahami, baik sebagai proses maupun lokasi. Tentu saja, keberadaan
lokasi dari ketiga tingkat tersebut bersifat hipotesis dan tidak nyata ada di
dalam tubuh. Sekalipun demikian, ketika membahas alam tidak sadar, Freud
melihatnya sebagai suatu alam tidak sadar sekaligus proses terjadi tanpa
disadari.
Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif,
alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini juga
mengabaikan potensi yang dimiliki oleh manusia, selain itu juga berpendapat
bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens).Dalam pandangan
Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang
tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya.
Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari.
Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita
sisi yang sakit dari kodrat manusia, karana hanya berpusat pada tingkah laku
yang neuritis dan psikotis. Aliran ini mempelajari kepribadian yang terganggu
secara emosional, bukan kepribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling
buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini memberi
gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban
dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
Aliran ini menyatakan bahwa struktur dasar kepribadian
manusia sudah terbentuk pada usia lima tahun. Freud membagi struktur
kepribadian dalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego. Perilaku
seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen tersebut. Id
merupakan sumber dari insting kehidupan (makan, minum, tidur) dan insting
agresif yang menggerakkan tingkah laku. Id berorientasi pada prinsip
kesenangan. Ego sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan
berorientasi pada prinsip realitas. Superego merupakan komponen moral
kepribadian yang terkait dengan norma di masyarakat mengenai baik-buruk atau
benar-salah. Superego berfungsi untuk merintangi dorongan id, terutama dorongan
seksual dan sifat agresif, juga mendorong ego untuk menggantikan tujuan
realistik dengan tujuan moralistik, serta mengejar kesempurnaan.
Secara umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah
pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak kesakitan dan mencari
kenikmatan. Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual mengarah pada perilaku
neurosis. Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak berpengaruh penting pada
perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi selama proses perilaku.
Meskipun
masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat,
komponen, prinsip kerja, dinamisme dan mekanismenya sendiri. Namun mereka
berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit (tidak mungkin) untuk
memisah - misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap
tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari
interaksi diantara ketiga sistem tersebut jarang salah satu sistem berjalan
terlepas dari kedua sistem lainnya.
Kepribadian
yang sehat menurut psikoanalisis :
·
Menurut
freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola
perkembangan yang ilmiah.
·
Kemampuan
dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
·
Mental
yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
·
Tidak
mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
·
Dapat
menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan.
B. Teori Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behaviorisme
Aliran psikologi behaviorisme adalah sebuah aliran
dalam psikologi yang didirikan oleh John B.Watson pada tahun 1913 yang
berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subjek tunggal psikologi.
Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta
memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi
terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan
- laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah
sadar yang tidak tampak).
Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur
kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi
diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme
tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai
oleh strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari
fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada
proses - proses mental. Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang
tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme
memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa
bakat apa - apa.
Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta
peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan
perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia adalah hasil belajar yang bersifat
mekanistik lewat proses penguatan. Pendekatan behavioristik terhadap
kepribadian memiliki dua asumsi dasar, yaitu:
a. Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap
diri individu
b. Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif
dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting, yaitu :
1) Menekankan pada respon - respon yang dikondisikan sebagai elemen dari
perilaku.
2) Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak
dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat
bawaan.
3) Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami
antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak
tentang perilakunya sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan
yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respon terhadap
rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan
respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia
sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya
dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik :
1) Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan
lingkungannya.
2) Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan
bawaan sendiri.
3) Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang
objektif.
Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai
mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara
yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan
sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya,
dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat
pengatur panas. Jadi, manusia dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang
yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan
manusia di anggap tidak memiliki diri sendiri.
Behaviorisme menekankan perspektif psikologi pada
tingkah laku manusia, yakni bagaimana individu dapat memiliki tingkah laku
baru, menjadi lebih terampil, dan menjadi lebih mengetahui. Behaviorisme
memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap
lingkungan, pengalaman, dan pemeliharaan atas bentuk perilakunya. Tujuan aliran
psikologi Behaviorisme adalah mencoba memprediksi dan mengontrol perilaku
manusia sebagai introspeksi dan evaluasi terhadap tingkah laku yang dapat
diamati, bukan pada ranah kesadaran.
Hakikat aliran Behaviorisme adalah teori belajar,
bagaimana individu memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi
lebih tahu. Kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan
tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Menurut
B.F. Skinner, cara efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah
dengan melakukan penguatan (reinforcement) dan pemberian hukuman (punishment).
Jadi, yang menjadi prinsip umum dalam aliran Behaviorisme adalam tingkah laku
sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan
kebiasaan dalam individu.
C. Teori Kepribadian Sehat Menurut Aliran Humanistik
Aliran Humanistik merupakan kontribusi besar dari
psikolog - psikolog terkenal seperti Carl Rogers, Goldon Allport dan Abraham
Maslow. Humanistik muncul sebagai gerakan besar psikologi pada tahun 1950 –
1960-an. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai
kemanusiaan untuk menyatakan diri. Manusia mempunyai potensi di dalam dirinya
untuk berkembang sehat dan kreatif. Kreativitas adalah potensi semua orang yang
tidak memerlukan bakat dan kemampuan khusus.
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai
Bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap
psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada
manusia dengan ciri-ciri eksistensinya.
Aliran ini mengkritisi aliran Behaviorisme yang
menekankan pada stimulasi tingkah laku yang teramati. Menurut aliran
Humanistik, pandangan Behaviorisme terlalu menyederhankan dan melalaikan
manusia dari pengalaman batinnya, tingkah lakunya yang kompleks, nilai-nilai
cinta kasih atau kepercayaan, juga potensi dan aktualisasi diri. Humanistik
sangat mementingkan self (diri) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan
pengalaman - pengalaman subjektif individual.
Aliran Humanistik juga tidak menyetujui pandangan
Psikoanalisis yang cenderung pesimistik dan pandangan Behaviorisme yang
cenderung memandang manusia sebagai netral (tidak baik dan tidak jahat).
Menurut aliran Humanistik, Psikoanalisis dan Behaviorisme telah salah dalam
memandang tingkah laku manusia, yaitu sebagai tingkah laku yang ditentukan oleh
kekuatan - kekuatan diluar kekuasaanya (entah sadar entah tidak). Humanistik
memandang manusia pada hakikatnya adalah baik. Perbuatan - perbuatan manusia
yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku
patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada
dasarnya baik tersebut. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat
yang pasif, tetapi sebagi peserta aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih
untuk menentukan nasibnya sendiri dan nasib orang lain. Aliran Humanistik
memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan
rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal.
Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai
kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada
tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang
behavorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan
perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia.
Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan
oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan
ketidaksadaran.
Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang
dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut
diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki,
meliputi:
1) Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2) Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3) Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4) Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
5) Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat,
individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya
sendiri. Bukan hanya mengandalakan pengalaman - pengalaman yang terbentuk pada
masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang
baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan
diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh
pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan
keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati
nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi
kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan
nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri.
Bagi ahli - ahli psikologi humanistik, manusia jauh
lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau,
kodrat biologis, dan ciri - ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan
tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Ada empat ciri psikologi yang berorientasi Humanistik, yaitu:
1. Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada
pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2. Member tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti
kreativitas, akutalisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistis
dan reduksionistis.
3. Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah - masalah yang
akan dipelajari dan prosedur - prosedur penelitian yang akan digunakan.
4. Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan
dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada
setiap individu. Selain Maslow sebagai tokoh dalam Psikologi Humanistik, juga
Carl Rogers, yang terkenal dengan client - centered therapy.
D. Teori Kepribadian Sehat Menurut Allport
Secara umum teori Allport memberi definisi yang
positif terhadap manusia. “Kepribadian manusia menurut Allport adalah
organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut
menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya”
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan
psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan
bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan
teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika seseorang menjadi matang, ia mengembangkan
perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan
sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki
partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut
"partisipasi otentik".
2. Relasi Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan
dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk
merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi
intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari
perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan
baik.
3. Keamanan Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri.
Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan,
dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian
yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha
bersembunyi dari emosi-emosi itu.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif.
Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan
keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini
bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut
prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya
menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki
keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus
menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada
orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua
pertahanan ego.
6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang
sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara
objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang
dirinya menurut keadaan sesungguhnya
7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh
tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan
akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport
menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).
E.
Teori Kepribadian Sehat Menurut Rogers
Pendapat Rogers : Memahami dan menjelaskan teori
kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi :
1. Perkembangan kepribadian “self”
Inti dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki
kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan
menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang
dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Rogers menerima
istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing individu. Dalam
setiap bertambahnya umur ,anak bisa berubah sifat dan perilaku. Dan seorang ibu
bisa memperhatikan perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan seorang ibulah
yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada baby sister
2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian
individu
Setiap manusia memiliki kebutuhan basic akan
kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari
orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi
menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive
regard (tak bersyarat). Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang
mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa? Karena ini penting,
dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu
akan menerima dengan penuh kepercayaan.
3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya
Menurut pendapat Rogers :
Pertama, orang yang sehat secara psikologis akan lebih
mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa melihat dan menilai sifat-sifat
seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. Kedua, manusia –manusia masa
depan akan lebih terbuka atas pengalaman - pengalaman mereka, manusia masa
depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia,
marah,kecewa,ketakutan, dan kelembutan mereka. Ketiga, dari manusia masa depan
adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang.
F.
Teori Kepribadian Menurut Maslow
Maslow berpendapat bahwa seseorang akan memiliki
kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk mengaktualisasikan
dirinya secara penuh (self actualizing person).
Teori Kepribadian Abraham Maslow:
1. Individu sebagai Kesatuan Terpadu
Pertama-tama
Maslow menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan
terorganisasi, sehingga motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu adalah
motivsi individu seutuhnya bukan bagian darinya. Menurut maslow manusia harus
diselidiki sebagai sesuatu yang totalitas, sebagai suatu system, setiap bagian
tidak dapat dipisahkan dengan bagian yang lain.
2. Hirarki Kebutuhan
Maslow
mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia
menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat
yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi,
orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Ia berpendapat
bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
a. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
b. Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
c. Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
d. Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
e. Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
G.
Teori Kepribadian Menurut Fromm
Fromm memberikan suatu gambaran yang jelas tentang
kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, kreatif,
memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia
dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat,
berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib,
dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang. Akan tetapi ada salah satu pengertian
dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan
merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri. Orang-orang sehat
menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi
semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk
kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan
menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan
kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya
individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kerena itu kesehatan
psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika dibandingkan
dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah bagaimana suatu masyarakat
memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan
permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan
menghalangi pertumbuhan yang terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat
membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi
produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan
objektifitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi
sepenuhnya.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki,Heru.
2008.Psikologi Umum. Jakarta :
Universitas Gunadarma.
Feist,
Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori
Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta: Salemba Humanika.
Schultz, D.1991.Psikologi Pertumbuhan
: model – model kepribadian sehat.Yogyakarta: kanisius.
Suryabrata, S.1982.Psikologi Kepribadian.Jakarta: kanisius.
http://ameliyah-bintangkecil.blogspot.com/2013/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-allport.html
http://evaruspita.blogspot.com/2014/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-allport.html
http://evaruspita.blogspot.com/2014/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-allport.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar